Monthly Archives: October 2018

El Clasico Perdana Tanpa Messi-Ronaldo semenjak 2007

Pertandingan el clasico antar Barcelona serta Real Madrid matchday depan tidak bakal memperlihatkan Lionel Messi mau pun Cristiano Ronaldo, hal yang perdana semenjak 2007.

Bakal tersedia pemandangan yang lain di pertandingan el clasico antar Barcelona melawan Real Madrid matchday depan.

Ke 2 kesebelasan bakal berjumpa di jornada ke-10 La Liga Spanyol di Camp Nou, Minggu (28/10) pukul 22. 15 WIB.

Di pertandingan mendatang, tidak bakal tersedia bintang bernama Lionel Messi ataupun Cristiano Ronaldo di gelanggang, sesuatu yang telah tidak berlangsung 11 tahun lawasnya.

Cristiano Ronaldo telah mengambil keputusan meninggalkan Real Madrid menuju Juventus di awal kompetisi musim ini.

Musim ini bakal menjadi yang perdana untuk Los Blancos menjalani pertandingan el clasico tanpa CR7 semenjak kedatangan pria ini di Spanyol saat 2009.

Selain Ronaldo, Messi pun akan turut tidak ikut serta di pertandingan el clasico matchday depan.

Lionel Messi menderita retak pada tulang pengumpil serta mesti menepi setidak-tidaknya 3 minggu.

Cedera itu dideritanya di kala Barcelona menghajar Sevilla di pertandingan jornada ke 9 La Liga Spanyol, Sabtu (20/10)

Lionel Messi digantikan saat laga sudah berjalan hingga menit ke-26 kemudian diganti Ousmane Dembele.

Barcelona lantas mengonfirmasi jika Lionel Messi mendapatkan retak pada tulang pengumpil serta perlu menepi setidak-tidaknya 3 minggu.

Itu menjadi kali perdana Messi tidak tampil dalam el clasico semenjak 2007.

Kala itu, dia dihantam cedera paha dan tidak dapat main.

Lantas bintang dari Argentina itu bermain dalam 35 pertandingan el clasico beruntun sampai sekarang.

Semenjak debut Messi, Barcelona 2 kali main tanpa sang pemain kala rival Real Madrid.

Di dalam 2 pertandingan ini, Barca senantiasa tidak berhasil memenangkan pertandingan, seri 1-1 pada markas saat 2006 serta menerima kekalahan 0-1 kala tandang 1 tahun kemudian.

Usai Tekuk Timnas Indonesia, Islandia Tak Pernah Menang 11 Laga Berturut-turut!

Tim nasional Islandia tampak seperti kembali menunjukkan kelasnya menjadi kesebelasan kurcaci. Semenjak menekuk tim nasional Indonesia di Januari silam, mereka tidak sekalipun memenangkan pertandingan di dalam 11 pertandingan berturut-turut!

Di 14 Januari 2018, Tim nasional Islandia menjalani persahabatan internasional vs tim nasional Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Di dalam pertandingan yang tak termasuk kalender FIFA itu, Islandia unggul 4-1 karena hattrick Albert Gudmundsson serta 1 goal Arnor Samarason.

Adapun satu-satunya goal tim nasional Indonesia dicetak oleh Ilham Udin Armayn.

Usai pencapaian itu, tim nasional Islandia tidak sekalipunmengalahkan rival 11 pertandingan tanpa putus dalam berbagai turnamen.
Streak buruk ini diawali dengan hasil negatif 0-3 Islandia dari Meksiko di duel persahabatan (23/3/2018), sampai laga terakhir rival Swiss (15/10/2018).

Di pertandingan yang disebut terakhir, Islandia menerima kekalahan 1-2 di dalam laga UEFA Nations League Liga A Grup dua.

Berkat hasil negatif ini, tim nasional Islandia seperti kembali dikirim menuju habitatnya sebab turun kasta menjadi kesebelasan tempat buncit pada klasemen.

Gylfi Sigurdsson dan kawan-kawan tidak mencatatkan 1 pun poin dari 3 pertandingan.

Dengan 1 pertandingan tersisa pada Grup dua, mereka juga tidak mungkin lagi menyamai Belgia (6) serta Swiss (6) pada tempat 2 tertinggi.

Alhasil, Islandia mesti turun kasta menuju Liga B ataupun divisi 2 UEFA Nations League.

Kondisi itu ibarat membangun kembali Islandia ke bumi usai merangkai impian cantik berturut-turut melaju menuju perempat-final Piala Eropa 2016 serta berlaga di Piala Dunia pertama mereka di Rusia 2018.

Irfan Jaya Ungkapkan Rasa Syukur Setelah Sumbang 2 Gol, Netizen Malah Salfok pada Hal Ini

Tim nasional Indonesia berhasil menuai pencapaian mengesankan ketika menjalani pertandingan persahabatan menghadapi Tim nasional Myanmar, Rabu (10/10).

Bermain di Stadion Wibawa Mukti, Tim nasional Indonesia berhasil menaklukan klub tamu dengan kedudukan 3-0.

1 gol Tim nasional dicetak Alberto Goncalves (13′), sedangkan 2 yang lain dilesakkan Irfan Jaya (25′, 40′).

Sukses menyarangkan 2 skor, Irfan Jaya mengucapkan perasaan syukur setelah pertandingan.

“Alhamdulillah amat bersyukur dapat menyarangkan gol serta memberi hasil positif untuk Tim nasional Indonesia, itu semua pun karena usaha teman-teman semua serta terima kasih juga buat semua pendukung tim nasional Indonesia yang telah datang di stadion itu, ” tutur Irfan pada satu dari sekian banyak video yang upload akun PSSI.

Uniknya, sehabis menyaksikan video ucapan rasa syukur itu, salah satu netizen justru salah memusatkan perhatian di wajah Irfan.

Netizen itu memperhitungkan apabila sosok Irfan sedikit seperti Egy Maulana Vikri.

“Mirip egy, ” klaim akun @nopinurst.

Tim Nasional U-16 Indonesia Dibubarkan, Sutan Zico Mengakui Dihantui Kekalahan

Bintang tim nasional U-16 Indonesia, Sutan Diego Zico mencurahkan perasaannya sehabis tim Garuda Asia dibubarkan.

Tim nasional U-16 Indonesia resmi dibubarkan usai membuntuti gelaran Piala Asia U-16 2018 di Malaysia.

Di kompetisi itu, usaha tim nasional U-16 Indonesia terhenti pada perempat-final Piala Asia U-16 2018.

Tim Garuda Asia seharusnya mengaku hasil negatif 2-3 dari tim nasional U-16 Australia, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (1/10).

Sehabis pembubaran tim nasional U-16 Indonesia, striker Garuda Asia, Sutan Diego Zico mengakui tengah dibayangi hasil negatif dari tim nasional U-16 Australia.

kala mengikuti pelatihan di Stadion Jenggolo Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/6) sore, Zico mengatakan itu lewat unggahannya di instagram, Jumat (5/10).

Di unggahan ini, Zico menyatakan jika tengah merasa sedih serta tidak bisa mengabaikan hasil negatif.

Bintang tim nasional U-16 Indonesia mengaku ia amat menyesal oleh hasil negatif yang diterima tim Garuda Asia.

“Jujur aku tengah tak dapat melupakan serta berpikir menyedihkan, menyesal sekali, ” tulis Zico.

Tapi Zico mengerti, pada sepakbola seluruh kesebelasan dapat unggul menerima kekalahan.

Zico pun berniat buat bangkit serta tak menyerah.

“Tapi itulah sepakbola, kadang kita unggul kadang menerima kekalahan. Jadi kita seharusnya menerimanya. Aku seharusnya bangkit serta tak diperkenankan menyerah, ” tutur Zico.