Monthly Archives: May 2017

Wow Ternyata Sederet Film Ini Dilatari Pemandangan Wisata Indonesia

“Saat saya meninggal nanti, kamu bakal kembali ke Bali; Pergi ke upacara kremasi saya? Upacara kremasi masyarakat bali selalu menarik – kamu pasti menyukainya.” Hayo, bisa tebak gak, penggalan dialog diatas dari film apa? Jika di kepalamu tiba-tiba muncul bayangan Ketut Liyer didalam film Eat, Pray, Love, artinya kamu memang suka dengan film-film bertema tur. Film yang dibintangi oleh Julia Roberts itu memang mengkisahkan gimana traveling mengobati kekosongan batin sesosok Elizabeth Gilbert. Wanita yang barusan bercerai dari suaminya tersebut melakukan tur ke India, Italia, kemudian Bali, dimana ia mendapat pelajaran bila melepaskan keseimbangan dalam cinta adalah bagian dari hidup pada keseimbangan.

Istimewanya, didalam film box office itu, ada banyak adegan yang menampakkan kecantikan wajah Bali serta kehidupan masyarakatnya. Tak heran bila film itu ikut andil kedalam menarik lebih banyak pelancong ke pulau yang amat populer itu. Fenomena ini segera memperoleh tanggapan dari Menpar dan Ekonomi Kreatif saat itu, Mari Elka Pangestu. Baginya, film merepresentasikan Indonesia. Ibu Menteri lalu memberikan jasa produksi film one stop serta mempromosikan Indonesia menjadi lokasi produksi film di AS dan sejumlah festival film semacam Cannes Film Festival. Intip yuk, film-film yang berkontribusi kedalam pengembangan sektor pariwisata Indonesia.

After The Dark

Film dengan genre thriller fantasi yang baru-baru ini dirilis ini mengkisahkan mengenai 20 mahasiswa satu sekolah internasional di kota Jakarta. Film yang pun dikenal dengan bertajuk The Philosopher ini mengkisahkan sekelompok mahasiswa filsafat yang ikut andil dalam simulasi ekstrim, yakni menyeleksi 10 orang diantara mereka yang bakal menempati bungker khusus. Bungker tersebut dirancang oleh dosen, Mr. Zimit (James D’Arcy) tuk ditempati manusia ketika terjadi bencana nuklir kedepannya. Mereka yang tak lolos wajib dibunuh, dibanding mati sebab radiasi nuklir. Film itu, selain dibintangi selebriti Hollywood semisal James D’Arcy, Bonnie Wright, pula dibintangi aktris Indonesia, yaitu Cinta Laura. Yang amat menarik dari film ini ialah pengambilan latar belakang yang menampakkan banyak lokasi menarik di Indonesia, semacam Bromo di Jatim, Pulau Belitung di Sumatera juga Candi Prambanan di Jateng.

Java Heat dan Alex Cross

Alex Cross ialah karakter didalam seri novel yang dikarang James Patterson. Novel-novel itu sudah diadaptasi jadi film dengan judul sama dengan karakternya. Sejumlah adegan didalam film itu ambil tempat di Bali. Java Heat lain lagi. Film dengan genre thriller crime yang rilis 2013 ini mengelola dan menggabungkan beraneka tempat di Indonesia, terutama Jawa, ke dalam satu cerita. Sejumlah pemain pendukung dari Indonesia, semisal Ario Bayu dan Atiqah Hasiholan, serta bermain bareng bintang Hollywood sebagaimana Mickey Rourke. Java Heat barangkali mengingatkan kamu segera mengingat film-film action ala ’90-an dengan tidak sedikit letusan senjata api, akan tetapi film ini pun memberikan gambaran besar mengenai budaya Indonesia serta keindahan Candi Borobudur.

Laskar Pelangi

Memang ada berbagai film yang menampakkan keindahan alam Indonesia, tetapi film Laskar Pelangi barangkali jadi film yang sangat banyak menyerap atensi para traveler. Film yang rilis 2008 ini mengakuisisi lokasi di Bangka Belitung, dengan sederet pantai biru berhiaskan batu granit super besar, dan menikmati kesuksesannya cuma dalam waktu sekilas. Bersamaan boomingnya film Laskar Pelangi, geliat para turisme di Bangka Belitung makin aktif. Dua pulau ini justru sudah jadi satu destinasi pariwisata terpopuler di Indonesia. Sejumlah lokasi di sana “dilabeli” dengan bukti “Lokasi Film Laskar Pelangi”. Suatu galeri dibangun tuk mengapresiasi novel serta film yang diangkat dari cerita masa kecil Andrea Hirata, di suatu jalan di Gantong yang diberikan nama Jl. Laskar Pelangi.

Pasir Berbisik

Siapa yang tidak pernah nonton film yang dibintangi oleh aktris kawakan Dian Sastro ini? Film yang dirilis tahun 2001 ini ditetapkan sudah meningkatkan antusiasme turisme di wilayah Gunung Bromo dan sekelilingnya. Film ini mengkisahkan kehidupan Daya yang dimainkan Dian Sastro, yang kerap menelungkupkan diri ke tanah pasir. Ia melulu mengira pasir berbisik padanya. Menurut film itulah, gugusan pasir yang berlokasi di kaki Gunung Bromo tersebut dinamakan Pasir Berbisik. Semenjak itu, banyak traveler yang mau mendengar “bisikan pasir” itu secara datang segera ke lokasi. Memang, pasir itu mengeluarkan “bisikan” merdu bila ada angin yang menerpa.